News Update :

Denmark kagumi ke

Penulis : Citey Soe on Thursday, December 5, 2013 | 2:36 AM

Thursday, December 5, 2013

Denmark kagumi ke-Bhinekaan keraton NusantaraANTARA"Acara ini sangat fantastis, semua keraton datang berkumpul di sini, sangat unik dan membawa semangan bhineka tunggal ika saat agama yang berbeda-beda berdoa bersama, saya belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya," kata Bente Wolff di Hotel ...
comments | | Read More...

TheOvertunes Jadi "Fender Artist" Pertama di Indonesia

Penulis : Citey Soe on Wednesday, December 4, 2013 | 5:52 AM

Wednesday, December 4, 2013

Jakarta - Kualitas bermusik grup band TheOvertunes yang beranggotakan Mikha Angelo, Reuben Nathaniel, dan Mada Emmanuelle rupanya menarik perhatian Fender, salah satu produsen gitar terbaik di dunia. Band ini pun akhirnya didaulat sebagai 'Fender Artist' pertama di Indonesia.


'Pastinya senang sekali bisa menjadi Fender Artist, apalagi jadi yang pertama di Indonesia,' kata Mikha Angelo saat ditemui di acara launching mini album TheOvertunes di Jakarta, Rabu (4/12).


Terpilihnya TheOvertunes sebagai 'Fender Artist' rupanya bermula dari keikutsertaan Mikha di ajang pencarian bakat X Factor Indonesia. Bulan April 2013 lalu, Director for Market Development Fender di Asia, Graham Perkins kebetulan tengah berada di Jakarta dan melihat penampilan Mikha bersama TheOvertunes dalam acara X Factor Indonesia.


'Saya melihat masa depan TheOvertunes masih panjang dan musik mereka unik, yaitu musik yang eklektik, campuran dari musik folk dan pop, dan dibawakan secara khas oleh mereka,' kata Graham Perkins memberi alasan.


Graham menambahkan, Asia Tenggara, khususnya Indonesia adalah pasar yang penting bagi Fender. TheOvertunes sendiri menurutnya adalah sebuah band yang tumbuh pada era di mana musiknya sejalan dengan Fender.


'Jenis musik terus berubah dari jaman ke jaman dan produk Fender terus mendukung dan menginspirasi musisi di seluruh dunia. Kami memang sedang fokus pada band, dan sangat bangga bisa bekerjasama dengan salah satu band Indonesia. Harapannya tentu saja agar TheOvertunes bisa membawa musik Indonesia ke dunia luar,' pungkasnya.TheOvertunes sendiri baru terbentuk tahun 2010. Ketiga personelnya ini adalah kakak beradik yang memang sudah diperkenalkan pada musik sejak masih kecil oleh orangtuanya.


Sebelum keikutsertaan Mikha di ajang X Factor Indonesia, TheOvertunes juga sudah sering manggung di panggung pensi (pentas seni) sekolah, kegiatan gereja, atau kompetisi musik. Hari ini, TheOvertunes juga baru saja merilis mini album mereka bertajuk 'Sayap Pelindungmu'.


comments | | Read More...

Lomba Lari 5 Km Kelas Dunia Digelar di Jakarta

Penulis : Citey Soe on Tuesday, December 3, 2013 | 11:22 PM

Tuesday, December 3, 2013

berita-unik-indo.blogspot.com, Jakarta - The Color Run, lomba lari 5 km yang unik dan sudah terkenal di dunia, akan hadir di Jakarta. Lomba tersebut digelar 24 Januari 2014 mendatang di Parkir Timur Senayan.The Color Run menekankan unsur kesehatan, kebahagiaan dan ekspresi diri. Semua lapisan masyarakat dari segala usia dan kemampuan boleh bergabung menjadi kanvas bergerak dan lari melalui empat zona warna yang berbeda.Suasana seru diiringi musik mengikuti para pelari yang akan disiram dari kepala sampai kaki dengan beraneka bubuk warna. Kemeriahan ini terus berlanjut hingga garis finish dengan 'Color Festival', menggunakan berbagai macam bubuk warna untuk menciptakan kesempatan foto seperti pelangi dan merekam kenangan yang yang tak akan terlupakan ini.'CIMB Niaga merasa bangga dapat membawa lomba lari yang unik ini ke Indonesia. The Color Run merupakan ajang lari yang fenomenal dan kami berharap dapat mengulang kesuksesan seperti di negara lain,' kata Arwin Rasyid, Presiden Direktur CIMB Niaga.'Dengan menargetkan partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat, acara ini sesuai dengan komitmen kami untuk menyediakan layanan perbankan terbaik kepada semua segmen pelanggan, termasuk bisnis, keluarga dan generasi muda bangsa,' ia menutup.The Color Run dipersembahkan bagi semua kalangan. Kegiatan ini memberikan kesempatan para pelari pemula untuk meninggalkan norma-norma sosial dan ikut berlari tanpa harus banyak berlatih seperti halnya acara lari pada umumnya. Dengan tidak adanya pemenang atau penghitungan waktu, hanya ada satu aturan untuk acara ini bersenang-senang.


comments | | Read More...

Bukti Keharmonisan Pasangan Politik PDIP

Bedah Buku Pak Taufiq dan Bu Mega

YOGYAKARTA - Isu yang beredar di masyarakat umum jika pasangan politik terkenal PDIP Taufiq Kiemas dan Megawati dalam kondisi tidak harmonis terbantahkan. Melalui buku berjudul 'Pak Taufiq dan Bu Mega', keseharian dua tokoh Indonesia ini terungkap jelas. 'Banyak sekali anggapan atau berita yang beredar tentang Pak Taufiq dan Bu Mega, termasuk tindakan-tindakan beliau yang miring. Namun, sebenarnya tidak demikian. Buku ini contohnya bisa menjadi bukti. Dan saya rasa, Bu Mega sendiri harus menulis untuk meluruskan masalah-masalah yang ada selama ini,' ujar anggota Komisi III DPR RI Eva Kusuma Sundari kemarin. Dalam bedah buku Pak Taufiq dan Bu Mega karya Rahmat Sahid di Wisma MM UGM, Eva menuturkan kejadian-kejadian yang terpapar dalam buku tersebut merupakan behind the wall dari kehidupan politik PDIP. Menurutnya, khalayak umum perlu mengetahui agar lebih mengerti apa sebenarnya yang terjadi. 'Kami semua mengakui, selepas kepergian Pak Taufiq, Bu Mega seperti kehilangan kendali. Namun, semua aktivitas partai tetap berjalan dengan baik. Bahkan, Bu Mega melimpahkan semua keputusan yang harus diambil pada partai. Ini yang membuat pengurus pusat PDIP memiliki jadwal baru, yakni rapat dua kali seminggu untuk membicarakan isu-isu yang tengah berkembang di masyarakat,' ungkapnya. Dalam kesempatan yang sama, dosen Fisipol UGM Ari Dwipayana menuturkan, meski menceritakan hal-hal yang selama ini tidak dipublikasikan, buku tersebut belum menjelaskan soal kasus-kasus yang selama ini disoroti masyarakat. Menurutnya, cerita- cerita ringan yang dipaparkan seharusnya lebih menonjolkan pada cerita yang tidak ter-covermedia massa. 'Cerita tentang wilayah sensitif harusnya dikuatkan. Bagaimana pasangan ini berunding membuat keputusan misalnya. Atau perundingan-perundingan partai,' katanya. Penulis buku Rahmat Sahid mengaku tulisan-tulisannya yang dibukukan tersebut merupakan peristiwa-peristiwa yang dilihat dan dialaminya sendiri sejak 2007 saat menjalankan tugas profesinya sebagai seorang wartawan. 'Ini lebih ke kumpulan catatan- catatan ringan saya selama bertugas sebagai wartawan politik yang kebanyakan selama ini mengikuti aktivitas Pak Taufiq dan Bu Mega. Awalnya tidak ada niat membukukan, namun setelah dirundingkan dengan teman dan redaktur sendiri, cerita-cerita unik ini disarankan untuk dibuat buku,' papar Rahmat Sahid. Wartawan KORAN SINDO ini juga menuturkan kisah menariknya yang ingin menunjukkan karyanya pada Pak Taufiq sebelum naik cetak. Sayangnya, Pak Taufiq yang menjadi tokoh utama pria dalam buku tersebut tidak sempat melihat apalagi membacanya.(Ratih Keswara/Koran SI/teb)


Berita Selengkapnya Klik di Sini


comments | | Read More...

5 Destinasi Budaya Populer di Indonesia

Penulis : Citey Soe on Monday, December 2, 2013 | 7:37 AM

Monday, December 2, 2013

Jakarta - Indonesia mempunyai banyak kekayaan budaya dan sejarah yang agung. Tradisi berusia ribuan tahun, yang merupakan asimilasi dari berbagai kebudayaan dunia, telah menghasilkan adat istiadat yang unik dan jauh lebih kaya ketimbang yang dimiliki oleh negara lainnya.


Setiap orang yang pernah menjelajahi bumi nusantara, pastinya akan selalu menemukan aneka hal baru, mulai dari kebudayaan tradisional sampai hasil karya manusia yang mengagumkan, yang tersusun secara dinamis di seluruh wilayah tanah air.


Minimal, untuk mengeksplorasi khasanah budaya dan tradisi masyarakat yang dimiliki Indonesia tercinta, siapa saja boleh datang ke Museum Nasional yang ada di kawasan Medan Merdeka, Jakarta.


Dengan tiket masuknya yang terbilang sangat murah, tempatini bisa dijadikan referensi awal sebelum menjelajah langsung pesona Indonesia, karena dipenuhi dengan berbagai obyek sejarah, budaya, dan tradisi penting dari seluruh wilayah nusantara.


Meski kebanyakan museum di tanah air masih men-display koleksi yang dimilikinya dengan cara lama, hal itu tidak menyurutkan langkah sejumlah museum lain untuk menghadirkan desain dan tampilan baru, yang bisa dibilang terus bermunculan layaknya jamur di musim hujan.


Seperti dilansir Burufly, berikut lima pusat budaya yang menggali ranah kebudayaan Indonesia dalam bentuk dan cara yang lebih informatif dan segar.


Museum Pusaka Nias, Sumatra Utara

Selama 40 tahun terakhir, seorang pendeta kelahiran Jerman bernama Johannes Hammerle secara konsisten terus berupaya melestarikan warisan budaya Nias.


Berkat hasil kerja kerasnya, sejumlah hasil budaya dan pusaka Nias, sekarang ditampilkan dalam bentuk museum dengan bentuk bangunan bergaya arsitektur Nias, yang ada di pusat kota Gunung Sitoli sambil menikmati lebih dari 6000 obyek karya salah satu kebudayaan megalitik terakhir di muka bumi.


Mondecor Art Center, Jakarta

Kalangan penyuka seni, wajib mengunjungi galeri terbaru yang ada di wilayah Jakarta ini. Meski lokasinya relatif agak sulit untuk dijangkau, namun hal itu akan terbayarkan dengan beragam hasil karya seni modern yang akan membuat pengunjung terperangah, mulai dari lukisan hingga seni instalasi.


Ullen Sentalu, Yogyakarta

Berada di punggung Merapi, salah satu gunung berapi paling aktif di dunia, museum ini menampilkan kehidupan dibalik tembok keraton Jawa masa lampau.


Surat penuh kasih sayang untuk seorang putri yang patah hati, pakaian pengantin Jawa, hingga benda-benda pribadi milik permaisuri terdahulu, semua akan memberikan berbagai pengetahuanbaru tentang kehidupan keluarga kerajaan yang jauh lebih lengkap dari tabloid gosip.


Museum Oei Hong Djien, Magelang, Jawa Tengah

Kolektor, kurator, dan salah satu penasihat utama The National Art Gallery of Singapore Oei Hong Djien baru-baru ini membuka pintu galerinya yang berada di Magelang untuk umum.Koleksi pribadi ini sangat mengagumkan, terdiri dari lukisan, patung dan seni instalasi hasil koleksi selama setengah abad.


Setia Darma House of Masks & Puppets, Ubud, Bali

Walaupun di Jakarta ada Museum Wayang, tempat yang berada di jantung Ubud ini tidak kalah menariknya untuk dikunjungi, dengan koleksi lebih dari 1300 topeng dan hampir 5000 topeng dariJawa, Bali, Lombok, Madura, Kalimantan, Papua dan beberapa negara seperti Jepang dan Papua New Guinea. Semuanya dikumpulkan dan dipilih sendiri oleh sang pemilik yang memiliki minat tinggi terhadap budaya dan dipajang dalam bangunan berarsitektur Jawa dan Bali.


comments | | Read More...

Ini Dia Penampilan Baru Fadly "Padi"

Jakarta - Di tengah kevakuman grup musik Padi, Fadly bersama Yoyok, Rindra dan Stephan Santoso justru semakin giat untuk mengembangkan grup musik Musikimia. Band yang terbentuk pada 17 Agustus 2012 ini juga baru saja meluncurkan album bertajuk 'Indonesia adalah...'.


Yang menarik, penampilan Fadly sebagai vokalis terlihat berbeda dari biasanya. Sebuah kain yang diikat menyerupai topi menjadi pelengkap penampilan musisi kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 13 Juni 1975 itu.


'Saya memilih memakai ini (penutup kepala khas Indonesia) karena ingin memberi tahu hal-hal kecil dari budaya masyarakat Indonesia. Karena ternyata orang-orang di Indonesia mulai dari petani hingga nelayan punya tata cara mengikat topi yang berbeda, dan yang saya pakai ini asalnya dari Purwakarta,' kata Fadly saat ditemui di peluncuran album kecil Musikimia di Jakarta, Senin (2/12).


Setiap berkunjung ke daerah di Indonesia, Fadly juga mengaku selalu mencari topi atau penutup kepala yang menjadi ciri khas daerah tersebut.


'Setahun belakangan ini saya memang mulai mengoleksinya, tapi jumlahnya baru belasan. Dan ternyata memang tidak kalah bagusnya dengan topi yang sudah biasa dipakai, bahkan model ikatannya sangat unik dan berbeda, seperti dari Bali, Sumatera, Kalimantan, atau Aceh. Saya juga tertarik dengan bentuk topi dari Papua. Tapi sudah tiga bulan pesan, sampai sekarang barangnya belum juga sampai,' ujar dia.


Topi daerah koleksinya ini menurut Fadly akan ia gunakan saat sedang manggung bersama Musikimia. 'Mudah-mudahan saja ini akan menjadi ciri khas saya di setiap penampilan. Tapi tidak dengan kaca mata hitam ya, karena kebetulan saja hari ini saya sedang sakit mata,' ungap pemilik nama lengkap Andi Fadly Arifuddin tersebut.


comments | | Read More...

Usia 125, Sawahlunto kian “Tacelak”

Penulis : Citey Soe on Sunday, December 1, 2013 | 7:22 PM

Sunday, December 1, 2013

Usia 125, Sawahlunto kian “Tacelak”Padang EkspresHebatnya, Sawahlunto juga dinilai sebagai 10 kota layak huni di Indonesia,” ujar Marzuki Alie pada acara makan bajamba di Lapangan Segitiga. ... Acara hari jadi Sawahlunto cukup padat, diantaranya juga digelar Sawahlunto Internasional Music Festifal di ...
comments | | Read More...

Popular posts

 
Home
Copyright © 2013. Berita Unik Indonesia . All Rights Reserved.