News Update :

Fortune serius kembangkan merek klien

Penulis : Citey Soe on Thursday, October 24, 2013 | 5:51 AM

Thursday, October 24, 2013

Fortune serius kembangkan merek klienANTARAJakarta (ANTARA News) - Keunggulan kualitas dan kemampuan sebuah merek memenuhi kebutuhan konsumen yang unik menjadi kunci kemenangan para pemimpin pasar di berbagai belahan dunia. Hal ini ... Dari survei yang melibatkan lebih dari lima ribu konsumen ...
comments | | Read More...

Siap

Penulis : Citey Soe on Wednesday, October 23, 2013 | 5:42 PM

Wednesday, October 23, 2013

Jakarta - Mendengar kata 'bajak', maka mungkin yang terlintas dalam pikiran adalah berbagai macam arti negatif seperti tindak kejahatan atau terorisme. Tetapi tidak dengan yang ini. 'Bajak' yang dimaksud di sini adalah sebuah gerakan yang diinisiasi oleh Nike Indonesia, demi menginspirasi dan menggerakkan masyarakat Jakarta untuk 'membajak' gaya hidup mereka, mencari dan menciptakan peluang bagi masyarakat kota untuk bergerak.


'Program ini akan mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan mereka menghabiskan waktu hanya dengan nongkrong saja, menjadi masyarakat sehat yang mengisi waktu luang tersebut dengan olahraga lari,' tutur Nino Priambodo, Nike Indonesia Country Marketing Manager, di Jakarta, Rabu (23/10).


Dengan hashtag #BajakJKT, Nike memang akan mengajak warga Jakarta pada 15 Desember 2013 untuk lari bersama-sama sejauh 10 kilometer, sebagai upaya menyadarkan warga Jakarta akan pentingnya berolahraga. Kegiatan 'Bajak Jakarta' ini sendiri akan diadakan setiap bulannya sampai Desember, hingga pada puncaknya masyarakat Jakarta bersama Nike akan 'membajak' kota dengan #BajakJKT 10K.


'Sebenarnya kampanye ini sudah dimulai sejak tahun 2009. Kami memulai kampanye ini dengan mendatangi sekolah-sekolah di Jakarta untuk membuat kampanye lari, dan mereka pun ternyata sangat antusias,' tambah Nino.


Dikatakan Nino, peserta yang sudah mendaftar nantinya akan mendapatkan tiga kali pelatihan lari dari Nike yang sekaligus memulai kampanye #BajakJKT ini. Nino beranggapan bahwa event ini akan menjadi pengalaman yang unik dan interaktif bagi pelari.


Rencananya, partisipan akan mulai berlari dari Gelora Bung Karno (GBK) Senayan dan selesai di tempat itu juga. Kemudian pelari akan merayakan pencapaiannya di area Race Village, yang didesain sedemikian rupa serta akan menampilkan kegiatan-kegiatan unik dan pertunjukan menarik dari musisi lokal. Para pelari juga dapat mempersiapkan diri untuk hari perlombaan melalui inovasi Nike+, sebuah komunitas lari dengan lebih dari 18 juta anggota di seluruh dunia.


Bagi warga Jakarta dan luar Jakarta yang ingin mengikuti gerakan ini, dapat mendaftarkan dirinya secara online mulai tanggal 31 Oktober 2013, ataupun mendaftar secara langsung di seluruh toko Nike di Jakarta, tanggal 1 November 2013. Nantinya, peserta akan dikenakan biaya sebesar Rp200.000 bagi yang berusia di atas 25 tahun, atau Rp125.000 bagi yang di bawah 25 tahun. Namun jika ingin lebih murah, peserta boleh mendaftar langsung untuk dua orang, yang hanya dikenakan biaya Rp250.000.


Disebutkan, pendaftaran akan resmi ditutup pada akhir November. Kemudian, seminggu sebelum hari-H, peserta akan mendapatkan race pack berupa baju dan aksesoris dari Nike. Nino pun menyebutkan, pada lomba ini peserta tidak akan dikelompokkan dalam kategori tertentu, karena lombanya bersifat umum dan bertujuan menciptakan gaya hidup olahraga di masyarakat.


#BajakJKT 10K sendiri merupakan event lari Nike yang pertama di Indonesia dan akan menargetkan sekitar 10.000 ribu pelari pada hari-H. Selain menjadi momentum perayaan di Jakarta, #BajakJKT 10K juga merupakan bagian dari gerakan 'Nike We Can Run' secara global, yang ditujukan untuk merayakan, memotivasi dan menginspirasi atlet dari seluruh dunia. Jakarta akan menjadi salah satu dari 26 kota besar di dunia, seperti Seoul, Singapura dan Mexico City, yang mengadakan event ini.


comments | | Read More...

Subhan Aksa Hadapi Tiga Macam Karakter Lintasan

Salou - Mendarat di Spanyol pada Senin (21/10) tak ada waktu bagi Subhan Aksa berleha-leha. Bersama navigator asal Italia Nicola Arena dan kru Bosowa Fastron Rally Team (FBRT), agenda recce (survey lintasan) sudah harus dilakoni sepanjang Selasa, Rabu dan Kamis ini untuk menyongsong RACC Rally de Espana yang dimulai Jumat (25/10) malam.


Pereli Indonesia yang akrab dipanggil Ubang ini memang perlu persiapan matang ke putaran ke-12 FIA World Rally Championship (WRC) itu yang jadi putaran kelima Ubang pada kompetisi WRC-2. Meski tahun lalu mengikuti event sama, langkah persiapannya harus berbeda.


Pasalnya, selain berganti navigator, beberapa rute mengalami perubahan dan waktu lomba. Hari pertama, misalnya, seluruh special stage (SS) berlangsung malam hari.


'Sebagian besar masih di lokasi tahun lalu. Rasanya sih tak terlalu bermasalah,' ujar Ubang yang tahun lalu finish podium ketiga di kelas PWRC.


Lomba malam hari bukanlah hal pertama buat Ubang. Semua persiapan teknis pun sudah memadai, termasuk lampu-lampu khusus yang menyorot ke tiga arah - depan, depan kiri dan depan kanan.


'Tapi, pendekatannya yang harus berbeda. Driving style-nya juga harus berbeda karena kita akan reli dengan kondisi ngga bakal ada yang kelihatan. Inilah yang ingin kami perdalam dalam sesi recce,' tandasnya.


Tantangan lain adalah karakter lintasan Rally Spanyol yang memang paling unik di antara 13 ronde kejuaraan dunia musim ini. Ada trek aspal mulus dan lebar karena sehari-harinya memang jalanan umum, berliku naik turun seperti jalur Puncak di Jawa Barat, ada pula gravel, dan ada juga SS yang gabungan aspal dan gravel.


Perbedaan karakter ini jadi tantangan tersendiri untuk setingan mobil, terlebih suspensi, girboks dan pilihan ban.


'Dalam hal itu saya banyak belajar dari kru teknis M-Sport. Mereka kerja taktis dan sangat mendetail sampai ke takaran angin pada masing-masing ban. Bukan materi baru karena di Indonesia pun pereli kita melakukan hal sama, tapi detil serta pertimbangan sebab dan akibatnya yang sangat menarik untuk didalami. Ini benar-benar pangalaman berharga,' tandas Ubang.


Menurut Ubang, tiga karakter lintasan yang berbeda di Spanyol jelas akan jadi tantangan tersendiri. Bukan hanya dirinya sebagai peserta satu-satunya dari kawasan Asia Tenggara, tapi juga jadi tantangan para pereli profesional Eropa yang sudah berkali-kali terjun di RACC Rally de Espana.


comments | | Read More...

Penyebaran Pengguna Kartu Kredit di Indonesia Belum Merata

Penulis : Citey Soe on Tuesday, October 22, 2013 | 3:07 AM

Tuesday, October 22, 2013

Jakarta - Penyebaran pengguna kartu kredit di Indonesia sejauh ini belum merata. Wilayah pemilikan kartu kredit masih tersebar hanya pada kota-kota besar saja, dan belum dapat menjamah wilayah lain di luar kota besar.


'Dari 15 juta pengguna kartu kredit yang ada di Indonesia, penggunanya masih di dominasi oleh penduduk yang tinggal di kota besar,' terang General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia, Steve Marta, di Jakarta, Selasa (22/10).


Hal ini, lanjut Steve, dikarenakan perilaku konsumen yang menganggap kartu kredit sebagai sebuah alat belanja yang eksklusif. Padahal, kata dia, kartu kredit merupakan alat pembayaran yang praktis dan sangat disarankan oleh pemerintah untuk saat ini.


Selain itu, proses pembuatan kartu kredit yang memerlukan analisa mendalam tentang kondisi keuangan seseorang, membuat banyak pertimbangan untuk pembuatan kartu kredit itu sendiri, khususnya bagi calon pengguna yang ada di kota kecil.


Meski begitu, Steve sendiri berharap di tahun depan, bakal terjadi pertumbuhan yang signifikan untuk jumlah pemegang kartu kredit di Indonesia.


'Untuk tahun depan, pemegang kartu kredit diperkirakan akan tumbuh menjadi sekitar 16 juta,' ujar Steve. 'Pertumbuhan tahun depan masih belum begitu besar karena adanya perlambatan ekonomi sehingga berpengaruh pada keinginan untuk membuat kartu kredit itu sendiri.'


Uniknya, meskipun belum meratanya penyebaran kartu kredit di Indonesia ternyata nilai transaksi kartu kredit berhasil mencapai nilai yang paling tinggi, yakni mencapai Rp 21.000.000.000.000 pada bulan Juli 2013.


'Hal ini dikarenakan pada bulan tersebut sedang ada libur panjang dan puasa yang mana akan terjadi transaksi pembelian sejumlah barang dan jasa pada saat itu,' jelas Steve.


comments | | Read More...

Sokola Rimba, Angkat Kisah Perjuangan Suku Anak Dalam ...

Awalnya Sokola Rimba adalah judul sebuah buku yang merupakan catatan pengalaman Butet Manurung, mengajar di Hutan Bukit Duabelas, Jambi. Namun rupanya, jalan cerita yang menarik, membuat Miles Film mengubahnya dalam bentuk audio video.


Riri Riza bertindak sebagai penulis dan sutradara, sementara Mira Lesmana menjadi produser. 'Duet maut' itu kerap menghasilkan karya-karya yang berkualitas.


Film Sokola Rimba mengisahkan interaksi Butet Manurung dengan anak-anak Rimba Hutan Bukit Duabelas, Jambi, yang lucu dan cerdas, serta pertemuan Butet yang mengesankan dengan salah satu murid terbaiknya, Nyungsang Bungo. Petualangan dan persahabatan Butet dan Bungo harus menghadapi tantangan besar baik dari dunia luar, maupun dari dalam masyarakat Rimba sendiri. Film Sokola Rimba menyajikan dengan indah gambaran kehidupan salah satu masyarakat adat yang tinggal di pedalaman dan jarang digambarkan dalam film Indonesia.


'Saya sangat senang dengan difilmkannya buku Sokola Rimba ini. Saya berharap film ini dapat menyampaikan kepada masyarakat luas tentang perjuangan Orang Rimba dan komunitas-komunitas adat lainnya di pelosok Indonesia,' ungkap Butet Manurung, penulis buku Sokola Rimba.


Inspirasi untuk memfilmkan buku Sokola Rimba tercetus setelah Riri dan Mira membaca buku catatan pengalaman Butet tersebut. Kekaguman mereka terhadap Butet yang memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap masyarakat marjinal di Indonesia dan keunikan kultur Orang Rimba inilah yang mendorong mereka memfilmkan Sokola Rimba.


'Saya sudah sering mendengar tentang suku Anak Dalam, yang sebenarnya lebih tepat disebut sebagai Orang Rimba, namun baru betul-betul memahami siapa dan bagaimana mereka hidup setelah membaca buku yang ditulis oleh Butet Manurung ini. Saya ingin pemahaman yang saya dapatkan dari pengalaman Butet juga dirasakan oleh masyarakat banyak,' ungkap Mira Lesmana.


'Saya merasa cerita ini bisa membawa kita ke sebuah pengalaman yang seru dan menarik dalam melihat sebuah komunitas masyarakat Indonesia yang berbeda dengan mayoritas kita umumnya. Mereka punya cita-cita yang tidak terlalu rumit dalam menjaga hidup mereka, semuanya masih didasarkan pada adat. Saya merasa mendapatkan ruang bermain yang asyik untuk membuat sebuah film,' tutur Riri Riza.


Film berdurasi 90 menit ini menampilkan Prisia Nasution sebagai Butet Manurung serta anak-anak Rimba dari Hutan Bukit Duabelas, Jambi. Sejak awal Mira dan Riri memang sudah memutuskan untuk mengajak anak-anak Rimba berperan dalam film ini. Menurut Mira, sangat dibutuhkan otentisitas dalam memerankan tokoh orang orang Rimba, yang mereka yakini akan sangat sulit dan butuh waktu panjang bila diberikan kepada aktor lain.


'Dari pengalaman bekerja dengan 'non-aktor' dan masyarakat asli suatu daerah seperti di film Laskar Pelangi dan film terakhir kami Atambua 39'C, kami yakin akan kemampuan mereka dalam berperan,' ujar Mira.


'Kami ingin membuat film yang baik dan mengajak warga Rimba untuk berpartisipasi di dalamnya,' ungkap Riri.


Untuk memerankan tokoh-tokoh dalam film Sokola Rimba, Mira dan Riri tetap melakukan proses casting untuk menemukan siapa yang tepat untuk memerankan tokoh yang tertulis dalam skenario.


'Dan menurut kami Prisia Nasution memiliki berbagai kelebihan untuk memerankan Butet Manurung. Selain kemampuan aktingnya yang tak perlu diragukan, secara fisik ia juga sangat cocok. Prisia memiliki kemampuan adaptasi yang sangat tinggi. Tidaklah mudah untuk bisa dengan cepat mempelajari bahasa Rimba dan juga untuk tinggal di hutan selama persiapan maupun syuting film ini,' ujar Mira.


Film Sokola Rimba menghabiskan waktu kurang lebih 3 bulan dari pra produksi sampai proses syuting selesai. Syuting film ini banyak mengambil lokasi di Kota Bangko kabupaten Merangin, Desa Transmigrasi SPG dan SPA, Kabupaten muara tebo serta Makekal hulu Hutan Duabelas, Jambi.


Hadirnya film ini diharapkan dapat menjadi tontonan yang bisa memberi pemahaman kepada masyarakat, kepada penonton khususnya untuk lebih mengenali lagi salah satu kehidupan masyarakat marjinal Indonesia yang sangat unik ini dan sekaligus merasa bangga pada kekayaan dan keragaman Indonesia kita. Film ini akan mulai diputar di bioskop pada 21 November 2013.


comments | | Read More...

Wing Chun Aliran IP Man Indonesia Diakui Dunia

Jakarta - Bela diri Wing Chun aliran IP Man, kini tengah menjadi tren di masyarakat Indonesia. Masyarakat yang tadinya hanya mengetahui melalui film aksi yang diperankan Donnie Yen berjudul IP Man, dapat menjajal ilmu bela diri yang diperkenalkan ahli bela diri legendaris, Yip Man yang juga merupakan guru dari Bruce Lee di berbagai tempat. Sebenarnya perguruan bela diri Wing Chun sudah ada di Indonesia sejak lama. Bahkan perkumpulan mereka pun sudah ada hingga di Batam dan sosialisasinya tersebar di dunia maya melalui situs mereka.


Bernaung di bawah Asosiasi Bela Diri Wing Chun Indonesia, salah satu pelatih Wing Cun, Ki Kusumo juga berusaha ikut memperkenalkan bela diri tersebut. Ki Kusumo merupakan murid mendiang Grand Master Kang Sin Sin yang merupakan satu dari 12 murid terbaik IP Man.


'Jadi sebenarnya Wing Chun kami ini sudah diakui dunia,' ujar Ki Kusumo saat membuka secara resmi latihan beladiri Wing Chun aliran IP Man, di kawasan Jatiasih, Bekasi, Selasa (20/10).


Karena itu, semua siswa yang berlatih Wing Chun di tempat Ki Kusumo akan mendapat sertifikat resmi.


Menilik sejarahnya, Wing Chun diciptakan seorang biksuni bernama Ng Mui yang ide dasarnya berawal dari pertarungan ular dan bangau. Kungfu ini tidak mengandalkan otot tetapi kecepatan, ketepatan dan chi yang kuat sehingga cocok untuk wanita dan orang-orang yang bertubuh lemah.


'Wing Chun adalah bela diri simple dan efisien karena menggunakan pertarungan jarak dekat. Ini bela diri unik, karena bisa dipelajari anak-anak, pria dan wanita sampai umur 80 tahun atau lebih,' lanjut guru Wing Chun dari penyanyi Ollyne Apple ini.


Ketua Asosiasi Bela Diri Wing Chun Indonesia ini menambahkan, Wing Chun lebih mengandalkan kecepatan, teknik, indera perasa, kekuatan pikiran, reaksi atau reflek hingga pernapasan serta struktur tulang dan berat.


'Penggunaan titik-titik mematikan dan diurutan terakhir adalah power. Jadi beladiri ini penting untuk menjaga keselamatan kita,' tambah Ki Kusumo.


Sebagai ketua Asosiasi Bela Diri Wing Chun, Ki Kusumo berharap Wing Chun dapat menjadi salah satu alternatif untuk latihan beladiri dan kesehatan.


comments | | Read More...

Penyebaran Pengguna Kartu Kredit di Indonesia Belum Merata

Jakarta - Penyebaran pengguna kartu kredit di Indonesia sejauh ini belum merata. Wilayah pemilikan kartu kredit masih tersebar hanya pada kota-kota besar saja, dan belum dapat menjamah wilayah lain di luar kota besar.


'Dari 15 juta pengguna kartu kredit yang ada di Indonesia, penggunanya masih di dominasi oleh penduduk yang tinggal di kota besar,' terang General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia, Steve Marta, di Jakarta, Selasa (22/10).


Hal ini, lanjut Steve, dikarenakan perilaku konsumen yang menganggap kartu kredit sebagai sebuah alat belanja yang eksklusif. Padahal, kata dia, kartu kredit merupakan alat pembayaran yang praktis dan sangat disarankan oleh pemerintah untuk saat ini.


Selain itu, proses pembuatan kartu kredit yang memerlukan analisa mendalam tentang kondisi keuangan seseorang, membuat banyak pertimbangan untuk pembuatan kartu kredit itu sendiri, khususnya bagi calon pengguna yang ada di kota kecil.


Meski begitu, Steve sendiri berharap di tahun depan, bakal terjadi pertumbuhan yang signifikan untuk jumlah pemegang kartu kredit di Indonesia.


'Untuk tahun depan, pemegang kartu kredit diperkirakan akan tumbuh menjadi sekitar 16 juta,' ujar Steve. 'Pertumbuhan tahun depan masih belum begitu besar karena adanya perlambatan ekonomi sehingga berpengaruh pada keinginan untuk membuat kartu kredit itu sendiri.'


Uniknya, meskipun belum meratanya penyebaran kartu kredit di Indonesia ternyata nilai transaksi kartu kredit berhasil mencapai nilai yang paling tinggi, yakni mencapai Rp 21.000.000.000.000 pada bulan Juli 2013.


'Hal ini dikarenakan pada bulan tersebut sedang ada libur panjang dan puasa yang mana akan terjadi transaksi pembelian sejumlah barang dan jasa pada saat itu,' jelas Steve.


comments | | Read More...

Popular posts

 
Home
Copyright © 2013. Berita Unik Indonesia . All Rights Reserved.