News Update :

Nidji Wakili Indonesia Tampil di Sundown Festival Singapore

Penulis : Citey Soe on Monday, October 14, 2013 | 12:23 AM

Monday, October 14, 2013

Jakarta - Sebanyak 10 penampil, yang terdiri dari musisi/penyanyi maupun grup dari delapan negara Asia, siap menjadi tontonan utama di Sundown Festival Singapore 2013. Ajang tahunan pertunjukan musik yang dipadu sajian budaya dan makanan ini, tahun ini akan digelar pada Sabtu, 16 November, di Marina Promenade, Singapura.


Menariknya, untuk kali ini akan ada penampil dari Indonesia yang bisa ditonton, yaitu grup band Nidji. Ini memang kali pertama penampil asal Indonesia, begitu juga dari Thailand dan Filipina, diundang tampil di ajang yang memasuki tahun kelima ini. Dari Thailand sendiri akan ada grup No More Tear, sementara mewakili Filipina ada Rock Steddy, serta Rico Blanco.


Dijadwalkan berlangsung selama 8 jam sejak sekitar pukul 3 sore, penampil lainnya di ajang ini adalah band Screw dan D=OUT (asal Jepang), Ace of Angels/AOA (Korsel), Adonia Shao Yu Han (Tiongkok), Yoga Lim (Taiwan), serta Bosco Wong (Hong Kong). Lebih dari itu, makanan-makanan unik dan lezat asal negara-negara tersebut pun akan mewarnai festival ini, selain juga atraksi budaya dari beberapa negara, semisal Barong dari Indonesia atau Muay Thai-nya Thailand.


'Tahun kelima Sundown Festival adalah sebuah pencapaian penting,' ungkap Samantha Chan, direktur festival ini, melalui rilisnya beberapa hari lalu.


'Kami telah menetapkan target sederhana: menghadirkan deretan bintang-bintang musik rock dan pop Asia dalam pertunjukan terbaik di kawasan ini; sebuah pertunjukan yang hanya dapat dilihat dunia di Singapura,' sambungnya.


'Dan itulah yang selama ini telah kami lakukan. Pertunjukan yang kami hadirkan tahun ini akan mengguncang Anda, membuat kita bangga sebagai orang Asia, serta membuktikan lagi bahwa tak ada tempat lebih mengasyikkan ketimbang Marina Promenade pada tanggal 16 November nanti,' beber Samantha.


Akan bagaimana penampilan Nidji di Sundown Festival ini kelak? Silakan ditunggu saja kabarnya. Sementara, bahwa festival dengan tagline 'Asia yang Bersatu, Asia yang Lebih Baik' ini bakal berlangsung heboh, pihak panitia pun telah menjaminnya.


comments | | Read More...

Pendidikan Afektif Sejak Usia Dini, Aspek Penting Promosi ...

Penulis : Citey Soe on Sunday, October 13, 2013 | 8:37 PM

Sunday, October 13, 2013

Pendidikan Afektif Sejak Usia Dini, Aspek Penting Promosi ...BeritaSatuSetiap orang dewasa memiliki temperamen yang unik yang berbeda satu dengan yang lain, bahkan kembar pun tidak memiliki karakter yang sama. ... bisa berkolaborasi dalam satu wadah untuk menstimulasi anak dengan mengedepankan stimulasi afektif tanpa ...
comments | | Read More...

Menjelajah Destinasi Eksotis di Sulawesi Utara

Penulis : Citey Soe on Saturday, October 12, 2013 | 6:37 PM

Saturday, October 12, 2013

Alfred Wallace, seorang penjelajah, ahli biologi, dan geografi dari Inggris, pernah datang ke Manado pada tahun 1859. Dirinya kemudian menjuluki daerah ini sebagai salah satu kota tercantik di belahan timur Nusantara.


Sementara itu, seorang ichthyologist (ahli ikan) bernama Dr John E Randall, berhasil menemukan banyak spesies baru saat berkunjung ke Bunaken pada tahun 70-an.


Berangkat dari pengalaman kedua tokoh dunia itu, tak salah kiranya jika laman memilih wilayah Sulawesi Utara dengan ragam budaya dan pesona alamnya yang unik, menjadi salah satu destinasi petualangan yang sangat menarik.


Setibanya di Manado, kota ini akan langsung menyambut kalangan wisatawan dengan pesonanya yang menarik, lewat sajian makanan yang lezat dan penduduk yang berpenampilan rupawan.


Kota Manado, bisa dibilang merupakan salah satu lokasi terbaik di Indonesia untuk kalangan penggemar kuliner, mulai dari Tinutuan (bubur beras di campur bayam, jagung dan cabai) di jalan Wakeke, hingga puluhan restoran hidangan laut di pantai Malalayang, membuat budaya kuliner masyarakat Minahasa sangat menarik untuk dikenal lebih dalam lagi.


Setelah puas menghabiskan waktu mengunjungi kawasan pecinan dan singgah di kelenteng Ban Han Kong yang berusia 400 tahun, wisatawan bisa mengunjungi wilayah di luar kota Manado, untuk aktifitas menyelam ( diving) di Bunaken, menyambangi kota dan gunung-gunung di sekitar Tomohon, singgah ke dataran tinggi danau Tondano dan Suaka Alam Tangkoko-Batuangas Dua Saudara yang memiliki primata terkecil dunia bernama tarsier.


Dikenal sebagai surga bagi para penyelam sejak 30 tahun lalu, keindahan bawah laut Sulawesi Utara seakan tidak ada habisnya dengan terus ditemukannya spesies dan titik selam baru. Sering disebut sebagai pusatnya aksi bawah laut, beragam ekosistem yang dimilikinya sangat menarik untuk dijelajahi.


Pulau Bunaken, bagian dari Taman Laut Nasional Bunaken Manado Tua, menawarkan lebih dari 3000 spesies ikan. Taman laut Manado Tua, yang merupakan bekas gunung api, Mantehage, Nain, dan Siladen, semuanya cocok untuk menikmati suasana liburan yang sempurna.


Untuk kalangan penyelam yang lebih berpengalaman, biasanya langsung menuju ke kawasan Lembeh, dimana binatang laut aneh dan unik khas kawasan ini, dapat ditemukan dengan mudah di kedalamanlaut.


Menyusuri lebih jauh ke arah Philipina, terdapat beberapa gugus pulau yang belum banyak dijamah orang. Satu diantaranya adalah kepulauan Sangir Talaud yang memiliki lebih dari 70 gugusan pulau, yang menjadi lokasi sempurna untuk Island Hopping, karena setiap pulau memiliki kejutan tersendiri.


Pesona atas laut wilayah Sulawesi Utara juga memiliki banyak pesona alam yang tak kalah menarik. Ambil contoh, Suaka Alam Tangkoko Batuangas Dua Saudara, dimana kalangan isatawan bisa bertemu dengan binatang eksotik seperti kera hitam, kuskus dan tarsier.


Sementara itu, hewan yang lebih langka dapat ditemukan di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone yang cukup besar, yang membuat kalangan wisatawan harus menginap satu atau dua malam untuk melihat pesonanya secara menyeluruh.


Meskipun saat ini turis tak dapat naik kepuncak Lokon,gunung tanpa kawah yang paling aktif di pulau Sulawesi, wisatawan bisa mendaki gunung Empung yang letaknya berdekatan.


Dalam perjalanan menuju puncak, turis akan menemukan air terjun yang cantik. Untuk pemandangan matahari terbit (sun rise) dan hutan tropis yang spektakuler, wisatawan disarankan untuk mendaki puncak gunung Klabat yang dikenal juga sebagai titik tertinggi di pulau Sulawesi.


Meski wilayahnya terbilang kecil, kawasan Tomohon telah menarik minat ribuan wisatawan dari Manado dan sekitarnya di setiap akhir pekan, lewat pemandangan alamnya yang indah.


Berada di kerimbunan hutan hujan tropis dengan ragam pemandangan menarik, mulai dari gunung hingga sawah dan jajaran pohon kelapa, Tomohon menawarkan banyak hal seru untuk dijelajahi.


Wisatawan dapat mengunjungi dataran tinggi Mahawu untuk melihat Kapel Bunda Maria di puncak bukit, hingga menyaksikan salah satu pasar terunik dunia yang menyajikan menu-menu eksotik seperti ular, tikus, dan kelelawar.


Sejatinya, masih terdapat lebih banyak lagi tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi di wilayah Sulawesi Utara. Syaratnya, pastikan Anda memiliki cukup waktu untuk menjelajahi semuanya dengan puas dan meninggalkan kesan mendalam di hati.


comments | | Read More...

Menjelajah Destinasi Eksotis di Sulawesi Utara

Alfred Wallace, seorang penjelajah, ahli biologi, dan geografi dari Inggris, pernah datang ke Manado pada tahun 1859. Dirinya kemudian menjuluki daerah ini sebagai salah satu kota tercantik di belahan timur Nusantara.


Sementara itu, seorang ichthyologist (ahli ikan) bernama Dr John E Randall, berhasil menemukan banyak spesies baru saat berkunjung ke Bunaken pada tahun 70-an.


Berangkat dari pengalaman kedua tokoh dunia itu, tak salah kiranya jika laman memilih wilayah Sulawesi Utara dengan ragam budaya dan pesona alamnya yang unik, menjadi salah satu destinasi petualangan yang sangat menarik.


Setibanya di Manado, kota ini akan langsung menyambut kalangan wisatawan dengan pesonanya yang menarik, lewat sajian makanan yang lezat dan penduduk yang berpenampilan rupawan.


Kota Manado, bisa dibilang merupakan salah satu lokasi terbaik di Indonesia untuk kalangan penggemar kuliner, mulai dari Tinutuan (bubur beras di campur bayam, jagung dan cabai) di jalan Wakeke, hingga puluhan restoran hidangan laut di pantai Malalayang, membuat budaya kuliner masyarakat Minahasa sangat menarik untuk dikenal lebih dalam lagi.


Setelah puas menghabiskan waktu mengunjungi kawasan pecinan dan singgah di kelenteng Ban Han Kong yang berusia 400 tahun, wisatawan bisa mengunjungi wilayah di luar kota Manado, untuk aktifitas menyelam ( diving) di Bunaken, menyambangi kota dan gunung-gunung di sekitar Tomohon, singgah ke dataran tinggi danau Tondano dan Suaka Alam Tangkoko-Batuangas Dua Saudara yang memiliki primata terkecil dunia bernama tarsier.


Dikenal sebagai surga bagi para penyelam sejak 30 tahun lalu, keindahan bawah laut Sulawesi Utara seakan tidak ada habisnya dengan terus ditemukannya spesies dan titik selam baru. Sering disebut sebagai pusatnya aksi bawah laut, beragam ekosistem yang dimilikinya sangat menarik untuk dijelajahi.


Pulau Bunaken, bagian dari Taman Laut Nasional Bunaken Manado Tua, menawarkan lebih dari 3000 spesies ikan. Taman laut Manado Tua, yang merupakan bekas gunung api, Mantehage, Nain, dan Siladen, semuanya cocok untuk menikmati suasana liburan yang sempurna.


Untuk kalangan penyelam yang lebih berpengalaman, biasanya langsung menuju ke kawasan Lembeh, dimana binatang laut aneh dan unik khas kawasan ini, dapat ditemukan dengan mudah di kedalamanlaut.


Menyusuri lebih jauh ke arah Philipina, terdapat beberapa gugus pulau yang belum banyak dijamah orang. Satu diantaranya adalah kepulauan Sangir Talaud yang memiliki lebih dari 70 gugusan pulau, yang menjadi lokasi sempurna untuk Island Hopping, karena setiap pulau memiliki kejutan tersendiri.


Pesona atas laut wilayah Sulawesi Utara juga memiliki banyak pesona alam yang tak kalah menarik. Ambil contoh, Suaka Alam Tangkoko Batuangas Dua Saudara, dimana kalangan isatawan bisa bertemu dengan binatang eksotik seperti kera hitam, kuskus dan tarsier.


Sementara itu, hewan yang lebih langka dapat ditemukan di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone yang cukup besar, yang membuat kalangan wisatawan harus menginap satu atau dua malam untuk melihat pesonanya secara menyeluruh.


Meskipun saat ini turis tak dapat naik kepuncak Lokon,gunung tanpa kawah yang paling aktif di pulau Sulawesi, wisatawan bisa mendaki gunung Empung yang letaknya berdekatan.


Dalam perjalanan menuju puncak, turis akan menemukan air terjun yang cantik. Untuk pemandangan matahari terbit (sun rise) dan hutan tropis yang spektakuler, wisatawan disarankan untuk mendaki puncak gunung Klabat yang dikenal juga sebagai titik tertinggi di pulau Sulawesi.


Meski wilayahnya terbilang kecil, kawasan Tomohon telah menarik minat ribuan wisatawan dari Manado dan sekitarnya di setiap akhir pekan, lewat pemandangan alamnya yang indah.


Berada di kerimbunan hutan hujan tropis dengan ragam pemandangan menarik, mulai dari gunung hingga sawah dan jajaran pohon kelapa, Tomohon menawarkan banyak hal seru untuk dijelajahi.


Wisatawan dapat mengunjungi dataran tinggi Mahawu untuk melihat Kapel Bunda Maria di puncak bukit, hingga menyaksikan salah satu pasar terunik dunia yang menyajikan menu-menu eksotik seperti ular, tikus, dan kelelawar.


Sejatinya, masih terdapat lebih banyak lagi tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi di wilayah Sulawesi Utara. Syaratnya, pastikan Anda memiliki cukup waktu untuk menjelajahi semuanya dengan puas dan meninggalkan kesan mendalam di hati.


comments | | Read More...

Nidji Wakili Indonesia Tampil di Sundown Festival Singapore

Jakarta - Sebanyak 10 penampil, yang terdiri dari musisi/penyanyi maupun grup dari delapan negara Asia, siap menjadi tontonan utama di Sundown Festival Singapore 2013. Ajang tahunan pertunjukan musik yang dipadu sajian budaya dan makanan ini, tahun ini akan digelar pada Sabtu, 16 November, di Marina Promenade, Singapura.


Menariknya, untuk kali ini akan ada penampil dari Indonesia yang bisa ditonton, yaitu grup band Nidji. Ini memang kali pertama penampil asal Indonesia, begitu juga dari Thailand dan Filipina, diundang tampil di ajang yang memasuki tahun kelima ini. Dari Thailand sendiri akan ada grup No More Tear, sementara mewakili Filipina ada Rock Steddy, serta Rico Blanco.


Dijadwalkan berlangsung selama 8 jam sejak sekitar pukul 3 sore, penampil lainnya di ajang ini adalah band Screw dan D=OUT (asal Jepang), Ace of Angels/AOC (Korsel), Adonia Shao Yu Han (Tiongkok), Yoga Lim (Taiwan), serta Bosco Wong (Hong Kong). Lebih dari itu, makanan-makanan unik dan lezat asal negara-negara tersebut pun akan mewarnai festval ini, selain juga atraksi budaya dari beberapa negara, semisal Barong dari Indonesia atau Muay Thai-nya Thailand.


'Tahun kelima Sundown Festival adalah sebuah pencapaian penting,' ungkap Samantha Chan, direktur festival ini, melalui rilisnya beberapa hari lalu.


'Kami telah menetapkan target sederhana: menghadirkan deretan bintang-bintang musik rock dan pop Asia dalam pertunjukan terbaik di kawasan ini; sebuah pertunjukan yang hanya dapat dilihat dunia di Singapura,' sambungnya.


'Dan itulah yang selama ini telah kami lakukan. Pertunjukan yang kami hadirkan tahun ini akan mengguncang Anda, membuat kita bangga sebagai orang Asia, serta membuktikan lagi bahwa tak ada tempat lebih mengasyikkan ketimbang Marina Promenade pada tangal 16 November nanti,' beber Samantha.


Akan bagaimana penampilan Nidji di Sundown Festival ini kelak? Silakan ditunggu saja kabarnya. Sementara, bahwa festival dengan tagline 'Asia yang Bersatu, Asia yang Lebih baik' bakal berlangsung heboh, pihak panitia pun telah menjaminnya.


comments | | Read More...

MK Dikirimi Peti Mati

Terbit 12 Oktober 2013 - 12:57 WIB | Dibaca : 65 kali


Laporan: Redaksi


JAKARTA, (TubasMedia.Com) - Rakyat geram dengan dugaan suap yang menimpa Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) nonaktif Akil Mochtar. Saking geramnya, pada Jumat (11/10/2013) ada yang mengirimi MK peti mati.


MK mendapat kiriman peti mati dari seseorang bernama Bambang Saptono. Dari asal pengirim yang tertera di peti mati tersebut, tercantum alamat Solo Jawa tengah.


Peti mati berwarna putih itu tiba di lobi belakang Gedung MK sekitar pukul 15.35 WIB yang dikirim menggunakan jasa Pos Indonesia.


Pada kedua sisi peti mati itu tertempel stiker berlatarbelakang warna merah dengan tulisan 'Hukum Mati Penegak Hukum Korup'. Sementara di sisi atas peti tertempel stiker dengan latar warna kuning bertuliskan 'Gerakan Rakya Anti Korupsi'.


Sedangkan disisi lain tertempel kertas data mengenai pengiriman. Yakni 'Kepada: Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Jalan Medan Merdeka Barat No 6, Jakarta 10110. Pengirim: Bambang Saptono. Gerakan Rakyat Anti Korupsi'.


Petugas antar dari Pos Indonesia, Muhammad Rowi mengatakan, bahwa peti mati ini dikirim Bambang dari Solo Kamis (10/10/2013) malam. Kiriman itu tiba di Pos Indonesia Kantor Pusat, Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat Jumat (11/10/2013) sekitar pukul 04.00 WIB.


Usai menerima kirim unik itu, petugas pos kemudian melakukan proses pengiriman selanjutnya.


'Baru pukul 09.00 WIB kita antar ke MK dan sore ini baru sampai. Dan peti ini barang terakhir yang kita kirim terakhir, makanya sampainya sore,' Rowi.


Menurut Rowi, peti mati ini merupakan yang pertama kalinya dikirim lewat jasa pengirim Pos Indonesia. Sebab, peti mati ini adalah peti mati simbolik.


'Kalau yang simbolik seperti ini baru pertama kali. Tapi kalau peti mati benaran untuk orang mati sudah sering,' kata Rowi.


Sampai di MK, peti mati ini diterima oleh petugas Mailing Room Gedung MK.


'Kita terima peti ini. Selanjutnya nanti kita lapor ke atasan,' kata petugas mailing room yang enggan disebutkan identitasnya. (red)


comments | | Read More...

Pelindo III Datangkan 11 E

Skalanews - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III tengah melakukan peremajaan terhadap peralatan bongkar di Terminal Peti Kemas (TPK) Semarang dengan mendatangkan 11 (sebelas) unit electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG). Alasan didatangkannya perangkat ini untuk menunjang pelayanan 24 jam nonstop untuk kegiatan receiving/delivery.Dikatakan Kepala Humas PT Pelindo III , Edi Priyanto saat dikonfirmasi, di Surabaya, Sabtu (12/10) bahwa E-RTG ini menggunakan 16 roda dengan kemampuan yang unik dalam mentolerir dan berjalan pada permukaan Container Yard (CY) yang bergelombang. Edi melanjutkan sistem ini juga mencakup paket lengkap truck guidance infrastructure, sebuah stasiun operasi khusus Graphical User Interface (GUI), dan sistem Teknologi Informasi (TI) yang sesuai dengan interface Terminal Operating System (TOS).'Keunggulan lain menggunakan E-RTG ini pengelola terminal operator tidak perlu merubah infrastruktur yang telah terpasang pada CY. Karena E-RTG menggunakan 16 Roda yang bisa diterapkan di terminal manapun seperti RTG diesel pada umumnya,' kata Edi. Selain itu, Edi menambahkan E-RTG ini juga menggunakan energi listrik yang ramah lingkungan sehingga hasil emisi gas buang CO2 yang dihasilkan bisa turun hingga 70 persen. Edi menjelaskan realisasi bongkar muat peti kemas di terminal petikemas Semerang selama semester I 2013 sebanyak 289.123 TEUs, diharapkan nanti setelah menggunakan E-RTG ini, produktivitas pelayanan bongkar muat peti kemas akan lebih baik. ( Wahyu/bus)


comments | | Read More...

Popular posts

 
Home
Copyright © 2013. Berita Unik Indonesia . All Rights Reserved.